Topic outline

  • General

    • PENGENALAN PADA PENDIDIKAN KARAKTER

                          Pendidikan karakter menjadi isu pendidikan yang banyak mendapat perhatian dari praktisi pendidikan baik di dalam maupun luar negeri. Kemunculan beragam studi, pemikiran dan hasil penelitian berkait dengan pendidikan karakter menunjukkan topik ini mendapatkan perhatian serius di tengah perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Fakta ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak saja perlu untuk dipikirkan tetapi menjadi tantangan baru berkait implementasinya ditengah perubahan sosial seiring kemajuan jaman. Disisi lain, marak dan meningkatnya peristiwa amoral pelajar: tawuran, seks bebas, aborsi, narkoba, menyontek, plagiarism, bullying, konflik SARA dan beragam kasus kriminalitas pelajar menggaungkan degradasi moral sedang berlangsung di negeri ini. Pendidikan karakter diharapkan menjadi solusi yang membentengi peningkatan degradasi moral tersebut.

                         Sejak tahun 2003, pemerintah Indonesia melalui dinas pendidikan bahkan memberikan perhatian serius berkait dengan pendidikan karakter. Sebagaimana amanat UU no.20 tahun 2003 pasal 3: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Berdasarkan undang-undang ini, pemerintah Indonesia menyerukan bahwa pendidikan karakter menjadi program prioritas pendidikan yang wajib dilaksanakan dalam tingkat satuan pendidikan.

                        Pengakuan pentingnya pendidikan karakter tidak ada yang membantahnya. Karakter, seumpama kemudi kapal, ia tidak terlihat atau jarang terlihat oleh mata namun ia yang menentukan arah kapal. Demikian pentingnya karakter dan pembentukannya, maka program ini layak diimplementasikan guna menentukan arah kehidupan generasi bangsa.

                        Kajian terhadap definisi pendidikan karakter memunculkan beragam pemahaman atasnya. Salah satu tokoh yang banyak dikutip mendefinisikan pendidikan karakter adalah Thomas Lickona. Menurutnya, pendidikan karakter adalah upaya yang sungguh-sungguh untuk membantu seseorang memahami, peduli dan bertindak dengan landasan inti nilai-nilai etis. Dalam penjelasan lanjutan, ia menegaskan bahwa pendidikan karakter sebagai upaya yang dirancang secara sengaja memperbaiki karakter siswa. Berdasarkan definisi ini maka sejatinya pendidikan karakter adalah upaya sengaja dan terencana untuk menanamkan, menumbuhkan bahkan sebagai langkah memulihkan degradasi karakter yang semakin massif dalam kehidupan siswa.

                  Dalam kajiannya, Thomas Lickona menegaskan beberapa hal penting berkait dengan pendidikan karakter. Menurutnya, pendidikan karakter bukanlah konsep yang baru, faktanya konsep ini telah ada sejak hadirnya pendidikan itu sendiri. Untuk menghasilkan karakter yang baik bukanlah perkara mudah atau bisa terjadi secara otomatis. Dalam konteks sekolah, Lickona menegaskan bahwa pendidikan karakter sejatinya membutuhkan kerjasama berbagai pihak bahkan pembangunan sistem yang tepat. Teori ini diamini oleh Aynur Pala yang mengatakan: “character education is a national movement creating schools that foster ethical, responsible, and caring young people by modeling and teaching good character through emphasis on universal values that we all share.” Konsep serupa juga dikatakan oleh Hellen G.Douglas: “Character isn’t inherited, one builds its daily by the way one thinks and acts, thought by thought, action by action” demikian dikutip oleh Muchlas Samani dalam bukunya.

                  Penelusuran singkat konsep pendidikan karakter ini menegaskan bahwa implementasi pendidikan karakter tidak boleh sebatas konseptual, ianya harus aktual, relevan dan dirancang dengan tujuan yang terukur (memiliki standard). Kehadiran pendidikan karakter bagi siswa adalah keniscayaan.