Topic outline

  • General

    • PENDIDIKAN KARAKTER KRISTEN

                     Martin LutherKing, Jr dalam pidatonya, menyerukan: “We must remember that intelligence is not enough. Intelligence plus character-that is the goal of true education.” (Martin Luther King, Jr. Speech at Morehouse College, 1948).

                     Konsep dan kesadaran pentingnya pendidikan karakter telah ada sejak lama dalam konteks pendidikan di sekolah Kristen. Dalam perspektif pendidikan Kristen, intelektual dan karakter harus seimbang diberikan oleh lembaga pendidikan. Berkait dengan intelektual, siswa Kristen diajar dan dibentuk untuk mengalami perkembangan bahkan dilatih untuk menemukan hal-hal baru dalam pengetahuan dan teknologi. Disisi lain, pendidikan karakter tidak boleh dilepaskan dari seluruh aktifitas pencarian pengetahuan dan penemuan baru tersebut. Pendidikan karakter justru mendapatkan tempat utama sehingga intelektual siswa dituntun melalui karakter mereka.

                   Menurut Jack Hayford, Christian character is the character lived out in the reverence for and respect for God, as opposed to simply honoring man.Takut akan Tuhan adalah terminology alkitabiah ketika menyebut karakter Kristen (Amsal 1:7).  Dalam konteks pengajaran, takut akan Tuhan adalah permulaan pendidikan Kristen. Dengan kata lain, pendidikan karakter harus membentuk individu siswa pertama-tama memiliki sikap dan perilaku menghormati Tuhan diatas segalanya. Pemahaman dan kesadaran pada Tuhan yang Maha Tahu, Adil dan Kasih, membentuk pribadi yang berani hidup transparan, jujur dan bertanggung jawab. Takut akan Tuhan merupakan sebuah konsep dimana manusia sebagai ciptaan Allah memiliki kesadaran untuk tunduk, menghormati dan memuliakan Allah dalam aspek hidupnya, kapanpun, dan bertemu siapapun  diharapkan mampu menjadi saksi Tuhan.

                      Melalui penelusuran sejarah pendidikan Kristen, didapati fundamental nilai (karakter hidup) yang disebut dengan Cardinal Virtues atau Kebajikan Pokok. Konsep ini dengan jelas menegaskan beberapa aspek Kebajikan Pokok tersebut: The first, Wisdom. Wisdom enables us to make essential distinctions in life; right from wrong, truth from falsehood, fact from opinion, the eternal from the transitory. The second virtue is justice. Justice is the virtue that enables us to treat others as they deserve to be treated. Justice will cover all the interpersonal virtues: civility, courtesy, honesty, respect, responsibility and tolerance. The Third virtue is fortitude. Fortitude enables us to do what is right is the face of difficulty. The fourth virtue is temperance. Temperance is the ability to govern ourselves. In Christian education tradition, cardinal virtues are very important because of the pivotal role they play in the moral life.