Topic outline

  • General

    • KEPRIBADIAN KELUARGA

       Sumber: David Field, Family Personalities, Understanding Your Parents Now  That You're an Adult

      Setiap jaman membawa gaya hidup dan tatanan kehidupan yang menyertainya. Era globalisasi dan teknologi telah memberikan dampak besar dalam kehidupan manusia. Akses informasi yang mudah. murah dan tak terbatas, memberikan dampak positif. Disisi lain, kemajuan teknologi informasi dan globalisasi telah membuka ruang paradigm, norma sosial dan tatanan masyarakat yang selama ini cenderung tertutup. Dunia hari ini disebut sebagai global village. Sederhananya, pemberlakukan sistem nilai tidak lagi dapat dijaga seperti dulu, pengaruh dan saling mempengaruhi telah berbaur dimanapun manusia berada. Akses informasi dan nilai membuka ruang alternative bagi manusia untuk memilih gaya hidupnya. Kondisi ini sangat mempengaruhi kepribadian keluarga.

      Kepribadian keluarga adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap atau perilaku anggota keluarga yang dibentuk dari pola asuh keluarga yang membedakannya dari keluarga lainnya. Harus diakui para ahli kepribadian sulit menyatakan dan mendefinisikan apa yang dimaksud dengan kepribadian yang sehat itu. Mereka hanya berhasil menunjukkan ciri-ciri kepribadian yang tidak sehat. Beberapa dampak keluarga masa lalu:

          Dampak keluarga masa lalu tak banyak disadari membawa pengaruh besar dalam pembentukan keluarga yang baru. Keluarga tempat Anda berasal terus akan mempengaruhi Anda setiap hari dalam kehidupan Anda setelah dewasa.
          Tanpa menghiraukan reaksi individu, kode genetis dari keluarga masa lampau berlaku dengan sendirinya melalui hubungan dalam kehidupan kita sekarang.
          Dalam banyak kasus tindakan anak, selalu dapat ditemukan hubungan antara apa yang terjadi dalam generasi sebelumnya atau keluarga asal. Tindakan itu bisa sama atau sebaliknya.
          Anak dewasa terjepit diantara dua keluarga (lihat gambar).


      Kepribadian keluarga Gambar 1

      Pengenalan pada kepribadian keluarga akan membantu kita mempertahankan, mengubah, menghormati atau memperlakukan keluarga asal dan keluarga sekarang dengan semestinya.   

      Konfrontasi Kepribadian
      Banyak orang tua tanpa sadar atau sadar mengikuti pola-pola yang diterimanya sewaktu masih anak-anak di keluarga asalnya (keluarga pemarah atau lembut??). Sekalipun juga dipengaruhi oleh temperamen anak dan lingkungan pergaulannya. Namun pengaruh pola keluarga memberikan dampak yang besar, baik ke arah positif maupun negatif.

      Konfrontasi kepribadian atau perilaku yang berbeda antara suami istri mempengaruhi kepribadian anak remaja dalam proses perkembangannya. Seorang anak dipengaruh oleh sumber pengaruh yang berbeda yakni Papa dan Mamanya, yang berasal dari pola asuh keluarga asal berbeda.  Ironisnya, jarang sekali pernikahan yang melalui proses pengenalan dan pemahaman yang komprehensif baik pribadi pasangan maupun asal keluarga. Ini tidak hanya sekedar mengenal keluarga asalnya namun lebih pada kecenderungan kepribadian yang dibawanya. 

      Pengenalan pada struktur keluarga (lih.gambar).

      Kepribadian keluarga Gambar 2

      Anak-anak akan mengembangkan citra diri yang utama, mempelajari tanggung jawab dan nilai-nilai spiritual hanya jika ia merasa menjadi bagian dari sistem keluarga. Keluarga yang menerapkan kegiatan rohani, penegasan sistem dan batasan aturan yang jelas sangat menolong remaja menetapkan perilaku yang dinyatakannya.

      Tujuan Keluarga:
      Anak-anak mempunyai dua kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar berfungsi efektif sebagai anak dewasa yakni kebutuhan individualitas dan kebutuhan hubungan (lihat gambar).

      Kepribadian keluarga Gambar 3

      Tujuan dari orang tua adalah mengusahakan agar perkembangan dua kondisi itu seimbang. Tiap keluarga asal memiliki ciri dan pola yang berbeda. Hindarilah perilaku suami atau istri yang terlalu menonjolkan pola asuh salah satu keluarga asal, karena sejatinya anak memiliki kebutuhan bahkan kemampuan adaptasi yang berbeda dengan Anda. Ciptakanlah kombinasi yang tepat dengan penekanan keseimbangan pola asuh antar suami istri. Ajarkanlah kepada anak untuk menghormati keluarga asal Anda sebagai orang tua. Sejatinya tidak ada pola asuh yang selalu cocok untuk semua generasi, ada kebutuhan khusus yang harus kita adaptasi sesuai dengan kebutuhan anak.

      Kontinum individualitas vs relasi                  
      Ekstrem individualitas akan menghasilkan anak yang egosentris dan cenderung sensitif, ekstrem relasi akan membuat anak tergantung pada orang lain dalam hal penerimaan. Dia takut membedakan pikiran dan perasaan,umumnya tak mampu mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Latihlah anak sedini mungkin untuk berani memberikan komentar dan pernyataan perasaan, sekaligus latihlah untuk mereka bisa toleransi. Singkatnya adalah ajarlah anak sedini mungkin untuk BISA MERASA bukan MERASA BISA. gambar Kontinum Individualitas vs relasi:

      Kepribadian keluarga Gambar 4

      Kepribadian Keluarga: keluarga seimbang, keluarga kuasa, keluarga protektif, keluarga kacau, keluarga simbiotis. Gambar Kepribadian Keluarga:

      Kepribadian keluarga Gambar 5